Aku selalu berharap agar bisa sepintar dirimu,
senantiasa semangat dalam menuntut ilmu,
serajin itu dan tanpa jemu mengerjakan rutinistasmu.
Terimakasih juga untukmu yang selalu bersedia mengulang kembali materi, yang seharusnya sudah kau kuasai, karena aku, yang satu-dua tertinggal darimu.
Terimakasih untuk keisenganmu men-trigger-ku untuk kembali mengingat materi lalu.
Terimakasih, karena telah sepeduli itu: membuat ponselku berbunyi pagi-pagi agar aku bangun dan melepas mimpi, terutama saat lelapku terbalap oleh tingginya matahari, atau ketika formatif nyaris aku lewati tanpa isi.
Semoga lolos di segala bentuk kompetisi yang sedang/akan kamu ikuti, ya, Teman!
Semoga sukses mengarungi ranah residensi nanti, lima tahun lagi.
Impianmu untuk menjadi konsulen di tempat yang koridornya hanya numpang kau lalui hari ini, pasti akan terwujud, aku yakin.
Sampai bertemu di masa depan.
Salam,
Temanmu :)
Untuk berbagi pengetahuan, bertukar cerita pengalaman, dan mengambil hikmah dari peristiwa di antaranya.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Takut Melewatkan
Mengejar yang perlu dikejar. Memperbaiki yang selama ini masih compang-camping. Mendekat dan meminta arahan kepada Dia Yang Satu. Di dun...
-
Tidak ada yang salah dari mencoba melihat apa yang mereka lihat, dan merasakan apa yang mereka rasa. Itu empati namanya. Tapi hidup buk...
-
Mengejar yang perlu dikejar. Memperbaiki yang selama ini masih compang-camping. Mendekat dan meminta arahan kepada Dia Yang Satu. Di dun...
-
Apakah kamu pernah tahu? Bahwa setiap detik, setiap waktu yang kamu lalui, adalah merupakan awalan yang selalu baru bagimu. Ketika kamu...
No comments:
Post a Comment