Friday, May 24, 2019

Takut Melewatkan

Mengejar yang perlu dikejar. Memperbaiki yang selama ini masih compang-camping. Mendekat dan meminta arahan kepada Dia Yang Satu.

Di dunia yang tak lagi hitam dan putih ini, tidak ada yang lebih kuminta daripada: terkoneksi dengan kebaikan.

Apapun yang baik: lingkaran pertemanan yang suportif, sahabat yang berilmu lagi baik perangainya, guru yang bijaksana, kegiatan yang berfaedah. Yang menjadi perantara, membantuku agar lebih luas sudut pandangnya. Yang bersama mereka, kesempatan berkumpul dan waktu yang berlalu tidak akan menjadi sesuatu yang sia-sia, insyaaAllah.

Tapi mengharap yang baik juga berarti menyetujui bahwa diri sendiri lah yang pertama kali butuh dibenahi lagi. Butuh mengejar yang kemarin masih tertinggal, butuh memperbaiki diri, butuh lebih dekat dengan-Nya dari hari ke hari.

Syarat yang tidak mudah, karena tentu kita tahu tak ada yang lebih sulit dikalahkan selain kemalasan dan keengganan diri sendiri. Tapi alasan mana lagi yang bisa digunakan untuk mengelak, untuk menurunkan urgensinya...

Karena jujur aku takut,
di dunia yang serba abu-abu ini, barangkali tidak ada lagi hitam yang kelegamannya pasti kita hindari. Sementara tak semua yang tampak apik berdiri di haluan yang putih nan bersih.

Sehingga jika tidak buru-buru awas dan membuka mata,
aku takut,
takut melewatkan waktu, kesempatan, dan orang-orang baik.



Lagi.



__

Bogor, 23 Mei 2019
Di tengah macetnya jalanan Kota Hujan di bulan Ramadhan.

No comments:

Post a Comment

Takut Melewatkan

Mengejar yang perlu dikejar. Memperbaiki yang selama ini masih compang-camping. Mendekat dan meminta arahan kepada Dia Yang Satu. Di dun...