Friday, May 24, 2019

Takut Melewatkan

Mengejar yang perlu dikejar. Memperbaiki yang selama ini masih compang-camping. Mendekat dan meminta arahan kepada Dia Yang Satu.

Di dunia yang tak lagi hitam dan putih ini, tidak ada yang lebih kuminta daripada: terkoneksi dengan kebaikan.

Apapun yang baik: lingkaran pertemanan yang suportif, sahabat yang berilmu lagi baik perangainya, guru yang bijaksana, kegiatan yang berfaedah. Yang menjadi perantara, membantuku agar lebih luas sudut pandangnya. Yang bersama mereka, kesempatan berkumpul dan waktu yang berlalu tidak akan menjadi sesuatu yang sia-sia, insyaaAllah.

Tapi mengharap yang baik juga berarti menyetujui bahwa diri sendiri lah yang pertama kali butuh dibenahi lagi. Butuh mengejar yang kemarin masih tertinggal, butuh memperbaiki diri, butuh lebih dekat dengan-Nya dari hari ke hari.

Syarat yang tidak mudah, karena tentu kita tahu tak ada yang lebih sulit dikalahkan selain kemalasan dan keengganan diri sendiri. Tapi alasan mana lagi yang bisa digunakan untuk mengelak, untuk menurunkan urgensinya...

Karena jujur aku takut,
di dunia yang serba abu-abu ini, barangkali tidak ada lagi hitam yang kelegamannya pasti kita hindari. Sementara tak semua yang tampak apik berdiri di haluan yang putih nan bersih.

Sehingga jika tidak buru-buru awas dan membuka mata,
aku takut,
takut melewatkan waktu, kesempatan, dan orang-orang baik.



Lagi.



__

Bogor, 23 Mei 2019
Di tengah macetnya jalanan Kota Hujan di bulan Ramadhan.

Thursday, April 18, 2019

Awal: Sebuah Perkenalan

Halo, assalamu'alaykum! :)

Perkenalkan,

Diyah Ayu Rosalinda, teman-teman lebih akrab memanggil saya Linda. Ini adalah blog lama saya, yang sayangnya perlu saya rombak sedemikian rupa untuk kemudian memulai sesuatu yang baru. Saya merupakan alumni Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Alhamdulillah, tanggal 13 April 2019 lalu, saya resmi dilantik dan disumpah sebagai dokter. Salam kenal! :)


A doctor who finds that writing is interesting.

Bagi saya, menulis itu sesuatu yang luar biasa. Rangkaian kata bisa jadi media untuk berbagi ilmu, berbagi atau bertukar pengalaman, menuangkan opini, hingga menumpahkan emosi. Bagi saya, tulisan (yang baik, tentunya) juga bisa jadi amal jariyah, karena ia tetap bisa dibaca oleh siapa saja meskipun kita sudah tiada. Keren! Menariknya lagi, tulisan juga bisa jadi alat ukur seberapa jauh kita sudah berkembang, lho. Percaya, nggak? Bisa jadi tulisan yang kita buat hari ini, jika kita buka beberapa tahun lagi, kita sadar bahwa,

wah, ternyata banyak yang sudah kita capai ya, atau
wah, ternyata kita mendewasa, terlihat dari alur berpikir dan kata-kata yang kita gunakan di tulisan sebelumnya.

Mungkin berbeda dengan kebanyakan dokter di luar sana yang suka menulis tulisan ilmiah (penelitian, publikasi, dan  sebagainya), saya pribadi lebih suka menulis tulisan populer. Entahlah, mungkin karena saya nggak terlalu jago penelitian, ya? Hehe. Tapi kalau menurut saya, karena tulisan populer lebih mudah dimengerti dan bisa menjangkau orang banyak, bahkan orang awam sekalipun.


Dua hal yang berkaitan: kesehatan dan pengetahuan.

Kita sepakat, kan, kalau kesehatan masih jadi komoditas utama yang terkait secara langsung dengan hajat hidup seseorang (selain ekonomi/urusan uang ya, hehe). Siapa, sih, yang rela menunda untuk berobat kalau lagi sakit? Dari pengalaman dan cerita yang sejauh ini saya temukan, jika seseorang sakit, dia akan bela-belain cari cara untuk sembuh. Secepat mungkin. Entah ke dokter, ke tabib, dukun, pakai cara tradisional (dikerok, dipijat, dll), minum ramuan, sampai self-diagnosing and taking medicine: buka Google, menentukan sendiri sakit apa, harus minum obat apa, dosisnya berapa, lalu membelinya di toko mana saja.

Saya barangkali satu dari sekian banyak sejawat saya yang yakin, bahwa kesehatan di Indonesia bisa maju. Pasti bisa maju! Apalagi, dalam skala kecil, saya melihat dengan mata kepala saya sendiri bagaimana berkualitasnya SDM-SDM dokter lulusan almamater saya ini.

Taraf kesehatan pasti bisa meningkat, asalkan dibarengi dengan pengetahuan masyarakat yang baik tentang kesehatan itu sendiri. Tentunya ‘masyarakat’ di sini secara umum, ya, nggak terbatas pada kalangan tenaga kesehatan saja.

Untuk itulah, dengan penuh kerendahan hati atas ilmu yang masih terbatas ini, saya izin untuk menata ulang blog yang tujuan utamanya untuk mencerdaskan kita semua. Ya, kita semua, karena yang menulisnya pun tentu perlu belajar dulu ya sebelum posting :)

Tapi, mau inform consent juga dong, mungkin dalam perjalanannya, akan ada tulisan lain di luar genre kesehatan. Mungkin berkisar pada perempuan, anak-anak, dan perjalanan hidup saya yang bisa diambil hikmahnya. Nggak apa-apa, ya? Hehe


Sekian perkenalan kali ini.
Selamat datang, dan

selamat menikmati :)
x

Takut Melewatkan

Mengejar yang perlu dikejar. Memperbaiki yang selama ini masih compang-camping. Mendekat dan meminta arahan kepada Dia Yang Satu. Di dun...