Friday, June 29, 2018

Dokter Itu Luar Biasa

Semakin hari, kian sadar betapa mulia dan terpujinya sebuah profesi dokter. Ya, profesi yang ranah kerjanya (hampir) selalu sejalan dengan proses pendidikan yang dienyamnya dulu.*

Setiap tahapan sekolah atau pendidikan lanjutan yang direncanakan, dipikirkan dengan amat matang. Pertimbangannya tidak hanya sekadar uang ataupun jabatan, melainkan kemajuan ilmu pengetahuan, perbaikan pelayanan, dan tentu keminatan terhadap suatu bidang.

Semakin kesini, semakin sadar, bahwa sudah seyogyanya seorang dokter--bahkan sejak ia masih menjadi mahasiswa--menyadari bahwa proses belajar yang dia tekuni hari ini bukan semata-mata mencari nilai A ataupun sarjana. Sungguh proses pendidikan yang idealnya menjadi suatu jalan tanpa paksa kedua orangtua, suatu titian yang dijalani dengan tanggung jawab dan penuh kesadaran.

Maka jika ada suatu oknum dari teman sejawat kami yang menjalankan amanahnya dengan kurang baik, jangan salahkan profesi/gelar dokternya. Sebab setiap dokter juga manusia yang bisa salah dan alpa...


_____
*Karena beberapa sarjana lain seringkali terlihat bekerja di bidang yang timpang dengan jurusan kuliahnya dulu


| Jakarta, 28 Juni 2018

Disclaimer:
Saya menulis seperti ini bukan karena mengagung-agungkan profesi dokter, bukan juga karena saya calon dokter (InsyaaAllah), dan tentu, bukan pula untuk mendiskreditkan profesi tertentu. Hanya saja, saya ingin orang lain non-kedokteran tahu bahwa, sungguh, sejak kami masuk kuliah di Fakultas Kedokteran, amanah ini sudah begitu berat dan sesak terasanya. Karena kami sadar, dengan masuk Fakultas Kedokteran berarti kontan kami menyetujui kontrak untuk meneruskannya hingga gelar profesi tertera di depan nama.

Dan tulisan ini dibuat dalam sebuah renungan, semenjak semakin seringnya mengamati kegalauan kakak-kakak kelas kami yang mulai sibuk menimbang-nimbang spesialisasi apa yang akan ia ambil nanti--yang bahkan mungkin baru akan diambilnya 3-6 tahun lagi.

Takut Melewatkan

Mengejar yang perlu dikejar. Memperbaiki yang selama ini masih compang-camping. Mendekat dan meminta arahan kepada Dia Yang Satu. Di dun...